Just another free Blogger theme


Kamis, 22 September 2022



Pendidikan formal saat ini tentu sangatlah penting sekali bagi masa depan melihat kondisi era sekarang dengan daya saing global, hal itu pastinya membutuhkan sdm lembaga yang bermutu dan tidak lepas dari yang namanya pendidik profesional. Pendidik profesional ini merupakan guru yang memiliki komponen tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi keguruan. 

Guru profesional senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar, serta senantiasa mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun pengalamannya.

Seorang guru yang tidak profesional itu akan lambat dalam mencetak murid yang berkualitas,  sebab ia biasanya hanya sekedar mengajar saja. Berbeda dengan seorang pendidik profesional ia selalu berupaya semaksimal mungkin untuk peserta didiknya dalam menyuapkan inovasi baru untuk anak didiknya agar menjadi siswa yang bermutu, religus, terampil, dan mempunyai ettitude yang baik.

Selain itu juga perlu sering mengedukasi kesadaran pendidikan kepada wali murid sebagai stimulus untuk mereka sehingga selalu mensupport anak-anknya untuk semangat belajar. Dukungan orang tua kepada anaknya ini bukan tentang agar anak-anak mereka bisa beprestasi saja melainkan juga bentuk dukungan kepada lembaga untuk terus maju dan berkembang.



Selasa, 20 September 2022

 


HUBUNGI KAMI πŸ‘‡πŸ»


πŸ“ž KH. Zubaidi, S.Pd.I (Pengasuh) 0818582863 [kontak utama]

πŸ“ž Ustadz Fauzi, SQ, 085871390580

πŸ“žUstadz Nor Holis, S.Pd. 087877852456

 


Berdasarkan UU No.20 tahun 2003, pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan jalur pendidikan yang sistematis, terstruktur, bertingkat dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan lainnya.

Pendidikan Formal yang berada dinaungan Yayasan Raudhatul Mutaallimin sebegai berikut :

1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

2. Sekolah Dasar Islam (SDI)

3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)


Visi, Misi, dan Tujuan Sdi Raudhatul Mutaallimin

Visi

“Menjadikan Sdi Raudhatul Mutaallimin Sebagai Sekolah Keterampilan Yang Siap Mewujudkan Insan Yang Berkualitas , Beriman, Bertaqwa, Beramal, Dan Mandiri”

Misi :

1. Menjadikan Agama Sebagai Prioritas Utama Layanan Pendidikan Dengan Mengdepankan Akhlaqul Karimah Al-Islamiyah

2.    Menyediakan Wadah Penyaluran Bakat Dan Minat Siswa Dalam Bidang Imtaq, Iptek, Dan Imka

3.    Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Secara Efektif Agar Mencapai Prestasi Yang Optimal

Tujuan  :

1.    Siswa Beriman Dan Bertaqwa Kepada Allah Swt. Dan Berakhlaqul Karimah Al-Islamiyah

2.    Siswa Dapat Meraih Prestsi Akademikmaupun Non Akademik Minimal Tingakat Kecamatan

3.  Siswa Memiliki Dasar Pengetahuan, Kemampuan, Dan Keterampilan Unutk Melanjutkan Kependidikan Yang Lebih Tinggi

4.    Siswa Kreatif, Terampil, Dalam Bekerja Dapat Mengembangkan Diri Secara Terus Menerus

5.    Menjadi Sekolah Pelopor Dan Penggerak Di Lingkungan Masyarakat




 


Pendidikan non formal adalah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya. Adapun pendidikan non formal yang ada dibawah naungan Yayasan Raudhatul Mutaallimin sebagai berikut :

A. Raudhatul Athfal (RA)

Visi, Misi, dan Tujuan RA Raudhatul Mutaallimin

VISI

Terwujudnya Generasi Qur’ani, Sehat, Cerdas, dan Mandiri

MISI

1.    Menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya sejak dini

2.   Menanamkan dasar-dasar Aqidah yang bersih dan membiasakan pelaksanaan ibadah sesuai aturan Al-Qur’an dan tuntunan Rasululloh SAW

3.    Membiasakan membaca Al Qur’an setiap saat sehingga anak mencintai Al Qur’an

4.    Menanamkan semangat untuk belajar dan menuntut ilmu

5.   Memberikan stimulsi seluruh aspek perkembangan anak sehingga anak terasah kemandiriannya dan siap menuju jenjang pendidikan berikutnya

6.    Membiasakan perilaku hidup sehat

7.    Menanamkan kebiasaan peduli kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar

8.   Menjadikan figur pendidik, tenaga pendidikan dan walimurid sebagai cermin manusia berkepribadian islami yang bisa dijadikan suritauladan

TUJUAN

Tujuan Raudhatul Athfal (RA)

1.    Seluruh warga RA Ar Raihan Bantul beriman dan bertaqwa pada Allah SWT

2.    Memiliki pembiasaan-pembiasaan yang baik seperti yang dicontohkan Rosulullah SAW

3.    Terbiasa dan senang membaca Al Qur’an

4.    50 % siswa bisa membaca Al Qur’an

5.    Terbiasa dengan pola hidup sehat

6.   Peduli dengan dilingkungan sekitar ditandai dengan terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan belajar memilah sampah

7.    90% siswa siap melanjutkan ke jenjang selanjutnya


B. Madrasah Diniyah Taklimiyah Awwaliyah

Visi, Misi, dan Tujuan MDTA Raudhatul Mutaallimin

Visi

Menjadi Madrasah Diniyah Takmiliyah  Awaliyah yang terdepan dalam membentuk generasi berakhlaq mulia, berwawasan serta berpegang teguh pada ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

 

Misi

1.    Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya.

2.    Menumbuhkan semangat belajar terhadap pendidikan Agama Islam.

3.    Mampu melaksanakan kegiatan Ibadah dengan baik dan benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

 

Tujuan

1.    Menjadikan anak didik mampu membaca Al-Qur’an dan Ibadah Lainnya.

2.    Terbentuknya anak didik yang memiliki sikap Akhlaqul Karimah.

3.    Terwujudnya anak didik yang berprestasi

4.    Menumbuhkan rasa peduli antar sesama sejak dini


Sumber : Kegiatan satri R-M

Para santri Raudhatul Mutaallimin setelah melaksanakan salat isyak langsung bergegas untuk melakukan kegiatan praktek salat ang biaa dilaksanakan setiap malam selasa. Kegiatan semacam ini merupakan hal yang penting dan perlu ditanamkan kepada mereka agar supaya salat-Nya menjadi baik dan benar mengingat salat 5 waktu merupakan ibadah utama yang hukumnya wajib untuk semua umat muslim. 

Kewajiban ini tercantum pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhu.

Pada hadis tersebut ia berkata,

“Bahwasannya Nabi Saw telah mengutus sahabat Muadz bin Jabal R.A. ke Yaman, lalu beliau bersabda kepadanya, ‘Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima salat dalam sehari semalam’,” HR. Al-Bukhari.

Agar supaya pahala bertambah dan doa didengar, kita harus mengetahui bacaan dan tata caranya yang baik dan benar.

Minggu, 18 September 2022

Dok. TPQ R.M

Minggu, 18/09/2022. Santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sedang praktek mengaji Al-Qur'an demi mengikuti wisuda di bulan Sya'ban mendatang. Oleh karenanya, calon wisuda ini butuh bimbingan khusus untuk bisa tampil maksimal ketika didemonstrasi nanti. 

Santri-santri ini adalah hasil saringan dari penerapan metode At-Tanzil mulai dari jilid 1 sampai jilid 6 selama kurang lebih satu tahun. Dan anak-anak ini merupakan murid yang sudah menyelesaikan materi jilid 6 dan dalam proses tahapan berikutnya, yaitu wisuda.

Dalam membimbing calon wisuda ini membutuhkan upaya maksimal dan kesabaran  yang lebih untuk dapat mewisudanya di akhir sanah nanti karena melihat kondisi santri yang masih dini. Melalui upaya dan istiqomah yang dilakukan oleh pembimbing, maka hal tersebut akan tercapai sebagaimana yang telah dialami oleh pembimbing sebelumnya.

Harapan besar kami, Raudhatul Mutaallimin mewisuda santri TPQ-Nya supaya dapat menciptakan kader-kader Qur'ani yang bisa mensyiarkan agama islam melalui ayat-ayat suci Al-Qur'an dimasa yang akan datang.  Sebab sebagai seorang pelajar adalah generasi emas yang menjadi harapan bangsa. 




Penulis

GT. Junaidi, MA

Sabtu, 17 September 2022

Ruang IMDA 05

Sabtu, 17/09/2022. Hari ini merupakan hari ketiga para santri Madrasah Diniyah Taklimiyah Awwaliyah (MDTA) Raudhatul Mutaallimin melaksanakan ujian cawu pertama. Ujian ini dilaksanakan setiap tahun 2 kali yaitu; cawu pertama dan cawu kedu, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana potensi para santri dalam belajar di Madrasah Diniyah mulai dari bulan syawal sampai bulan shafar ini. Adapun mikanisme pelaksaan ujian di MDT Raudhatul Mutaallimin itu dilakukan sehari dua mata pelajaran. Meskipun ini tidak seperti lembaga-lembaga lain pada umumnya yang melaksanakan ujian dalam sehari hanya 1x mata pelajaran, akan tetapi  mikanisme seperti ini dapat memanege hari sehingga kalau yang lainnya bisa sampai 10 hari lamanya, sedangkan yang 2 kali sehari bisa menjadi lima hari saja.


Penulis

Abu Darrin

PAUD Raudhatul Mutaallimin

Pendidikan Anak Usia Dini adalah sebuah pendidikan anak di usia 0 – 6 tahun, masa ini adalah masa golden age yang dimana pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada awal kehidupan anak. Pendidikan Anak Usia dini merupakan hal yang sangat urgent diaplikasikan sebuah lembaga, karena tujuan pendidikan ini untuk membentuk generasi anak yang berkualitas untuk siap memasuki pendidikan dasar dan sebagai bekal untuk menjalankan kehidupan dimasa depan.

Demikian ini, Raudhatul Mutaallimin berperan aktif dalam menerapkan pendidikan anak usia dini (PAUD) guna mencetak anak-anak sejak dini dengan matang dan siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya, yaitu Sekolah Dasar.

 

 

Dok. Wisuda Al-Miftah, Tapel 2021/2022

Jum'at, 16/09/2022. Kata wisuda sudah tidak asing bagi kita, yang mana dalam setiap tahunnya hampir semua lembaga se-Indonesia, khusunya di Madura yang telah mewisuda anak didiknya disemua tingkatan. Baik ditingkat Formal atau non formal seperti TPQ, Diniyah, dan program khusus yang sudah berjalan dan terlaksana dilembaganya masing-masing. Raudhatul Mutaallimin dalam hal ini telah mewisuda peserta didiknya ditingkat diniyah bagi yang mengikuti program cepat baca kitab kuning melalui metode Al-Miftah Lil-Ulum Sidogiri dan ini merupakan wisuda perdana karena metode ini baru diterapkan di MDTA Raudhatul Mutaallimin Sekgersek Mandung Kokop Bangkalan. Metode Al-Miftah Li-Ulum termasuk metode cepat baca kita kuning yang populer dan bahkan banyak diminati oleh lembaga-lembaga besar khususnya di Madura seperti; Pondok Pesantren Syaichona Cholil dan pesantren-peantren lain yang sudah menerapkan metode tersebut. Sedangkan Raudhatul Mutaallimin sendiri mangadopsi metode Al-Miftah, disamping ada lagu-lagu yang menarik yang menjadi pendorong materi diperjilidnya juga sangat cocok di implementasikan kepada para santri yang sedang belajar ilmu gramatika arab. Hal ini tidak menutupi kemungkinan bahwa dengan mempelajari metode tersebut dapat mempermudah para santri dalam mebaca kitab kuning sesuai harapan. 


                                             
Penulis

Moh. Badrun, S.Pd.